Saturday, December 24, 2016

alasan dilarangnya mengurai pakaian saat shalat




Alasan Dilarangnya Mengurai Pakaian Saat Shalat
 
Mengurai pakaian dan menutupi wajah hukumnya adalah makruh menurut Ibnu Mas’ud, Nakha’i, Tsauri, Ibnu Mubarak, Mujahid, dan Syafi’i. Namun, mereka berbeda pendapat tentang makna menguraikan pakaian, pendapat-pendapat tersebut antara lain :

         Menurut Imam Syafi’i mengurai pakaian berarti menurunkan pakaian hingga menyentuh tanah. Makna ini mirip dengan isbal (menyeret pakaian).
          Di sisi lain menurut Imam Ahmad bahwa mengurai pakaian bermakna menegendorkan pakaian dan meletakkannya di atas pundak karena takut kedua pundak terbuka.


          Menurut pengarang Kitab An-Nihayah, maksudnya adalah memakainya seperti berselimut, memasukkan dua tangannya ke dalam, kemudian ruku’ dan sujud tetap dengan posisi seperti itu. Makna ini hampir sama dengan makna Abu Sa’id Al-Khudri yang mengatakan bahwa menurut ahli bahasa, maksudnya adalah melilitkan baju ke tubuh tanpa mengangkat sisinya dan tidak menyisakan tempat keluar untuk tangan.

           Sesuai dengan penjelasan diatas, maka kita tahu banyak orang melakukan kesalahan yang meletakkan jaket di atas pundak mereka tanpa memasukkan tangan  mereka ke lengan jaket saat shalat. Oleh karena itu , kita perlu memilih dan memilah dalam berpakaian saat kita hendak melakukan shalat karena walaupun hal ini dianggap sepele tetapi bisa sangat berpengaruh terhadap shalat kita. 

Wednesday, November 16, 2016

fungsi dan peran keragaman sosial budaya dalam pembangunan nasional

      A.    FUNGSI DAN PERAN KERAGAMAN SOSIAL BUDAYA DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL

             1. Keragaman suku bangsa
a)      Menambah devisa Negara
Contoh : Para wisatawan luar negeri dating ke Indonesia untuk melihat keanekaragaman suku bangsa di Indonesia. Hal tersebut dapat menghasilkan devisa Negara Karena pastinya orang luar negeri akan menukar uang mereka dengan mata uang Indonesia (rupiah).
b)     Mengembangkan potensi individu masyarakat
Contoh : Orang Dayak terkenal dengan kemampuan mengukirnya. Hal tersebut dapat mengembangkan potensi individu masyarakat karena banyak orang yang ingin melihat bahkan memiliki hasil ukir  dari orang Dayak.
c)      Menghasilkan potensi pendapatan ekonomi
Contoh : mayoritas kegiatan penduduk suku Jawa adalah bertani, dan mayoritas kegiatan penduduk suku Batak adalah berdagang. Oleh karena itu, masyarakat suku Jawa dapat menjual hasil taninya kepada suku Batak dan suku Batak juga dapat memenuhi kebutuhannya. Sehingga dapat menghasilkan potensi pendapatan ekonomi.
d)     Mendongkrak popularitas pembangunan Negara
Contoh : Memperkenalkan keaneka ragaman suku bangsa Indonesia ke kanca internasional melalui pameran-pameran suku bangsa yang ada di Indonesia.
e)      Membantu pengembangan budaya nasional
Contoh : batik memiliki aneka ragam motif dan coraknya. Warna-warni batik juga beraneka ragam, sehingga banyak orang yang tertarik untuk memiliki pakaian yang bercorak batik dari berbagai macam daerah. Oleh karena itu, batik diangkat menjadi budaya nasional yang dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia maupun masyarakat manca negara.
f)       Mengembangkan pemanfaatan potensi SDA
Contoh : di suku Jawa banyak terdapat pohon jati. Masyarakat memanfaatkannya sebagai bahan pembuatan meubel maupun ukiran yang nantinya dijual sampai ke luar Jawa.
           2.      Keragaman bahasa
Fungsi dan peran keragaman bahasa sebagai modal pembangunan nasional adalah sebagai berikut :
Ø  Keragaman bahasa sebagai wujud kekayaan budaya indonesia
Seperti“Bapak” dalam panggilan Jawa Tengah dan Jawa Timur, Jawa Barat yang biasa memanggil “Abah dan Ambu”, “Ummi dan Abah” yang biasa dipakai sebagai panggilan ayah dan ibu didaerah Aceh.
Ø  Keragaman bahasa mengandung nilai-nilai penting budaya
Contoh : bahasa Jawa yang memiliki aturan dalam penggunanya, seperti “ngoko” digunakan untuk anak kecil atau teman sebaya, dan “krama alus” dipakai untuk berbicara dengan orang yang lebih tua. Selain itu, geguritan atau puisi dalam bahasa jawa juga kebanyakan mengandung nilai-nilai kehidupan.
Ø  Bahasa sebagai kontrol sosial untuk merubah perilaku masyarakat
Contoh : banyak iklan-iklan layanan masyarakat yang mengajarkan kita bagaimana cara hidup bersih, rukun, aman dan baik. Selain itu rambu-rambu atau peringatan yang ditempel pada dinding umun atau pinggir jalan seperti anjuran dilarang merokok, dilarang membuang sampah sembarangan. Juga merupakan bentuk kontrol sosial dapat merubah perilaku masyarakat menjadi lebih baik.
Ø  Bahasa sebagai kontrol bahwa bahasa tersebut wajib dalam upacara adat dan tidak diganti dengan bahasa Indonesia jika tidak dapat dikenakan sanksi.
Contoh : upacara ngaben di bali harus menggunakan bahasa bali alus (dalam bahasa jawa seperti krama alus) dalam menyampaikan permohonan dan sambutan – sambutan kepada warga, karena dalam sejarah nenek moyang nya,jika mereka tidak menggunakan bahasa tersebut, mereka sama saja seperti berbicara dengan bahasa yang tidak sopan kepada sang “Dewa” dan harus menerima balasannya suatu saat dari sang “Dewa” tersebut. Dan berbagai upacara adat diberbagai daerah, tidak semua bahasa daerah untuk upacara adat dapat diganti dengan bahasa Indonesia.
           3.      Keragaman budaya
Fungsi dan peran keragaman budaya sebagai modal pembangunan nasional antara lain :
Ø  Budaya dapat menjadi daya tarik bangsa asing, sehingga dapat menghasilkan pendapatan negara dan rakyat.
Contoh : daerah Yogyakarta yang memiliki beberapa candi seperti candi Prambanan, candi Borobudur, candi Mendut, candi Tikus, dan juga wisata kuliner, serta wisata alam dan religi, juga memiliki banyak tatanan budaya yang masih dipertahankan seperti acara “iring-iringan kebo bule” dalam bulan suro yang banyak menarik banyak wisatawan. Acaraini di anggap unik dan sangat tradisional karena masih memercayai mitos mitos terdahulu, juga mempertahankan keasliannya.  Acara ini juga di anggap tidak dapat di temui di daerah manapun, sehingga menjadi salah satu cirikhas dari daerah Yogyakarta.
Ø  Mengembangkan dan melestarikan budaya nasional
Contoh:motif batik nasional berasal dari motif batik dari berbagai daerah di nusantara. Misalnya : motif burung cendrawasih yang di padukan dengan motif bunga jawa, motif parang rusak di jawa di padukan dengan motif orang primitife di Papua. Jika di satukan akan menjadi  sebuah batik yang mewakili seluruh daerah di nusantara yang disebut dengan batik nasional.
Ø  Budaya dapat menjadi tatanan toleransi
Setiap budaya di Indonesia pasti berbeda – beda dan menggambarkan kehidupan bermasyakat.Sebagai contoh reog adalah kesenian khas dari jawa timur,tari kecak adalah kesenian dari Bali. Perbedaan tersebut yang mempersatukan bangsa dan menjadikan antar daerah saling menghargai dan menghormati setiap daerah, sehingga dapat  menjadi toleransi antar budaya.
Ø  Saling melengkapi hasil budaya
Contoh :musik gamelan yang mengiringi tari daerah Jawa Barat, acara pementasan wayang yang harus di serta nyanyian jawa yang di nyanyikan oleh seorang sinden, lagu  jawa yang di iringi leh musik keroncong.Semua itu saling melengakapi dan jika tidak ada salah satunya akan merasa kurang maksimal.
Ø  Keragaman budaya dapat mendorong inovasi kebudayaan
Contoh: dalam pemerataan kesenian tradisional, banyak kain batik yang di jahit menjadi gaun yang di padukan dengan kain khas lainnya seperti kain songket. Dalam satu gaun tersebut mencangkup beberapa kain khas dari berbagai daerah. Hal tersebut membuktikan bahwa kain dari berbagai daerah dapat disatukan menjadi suatu karya yang lebih kreatif dan berinovatif.
        4.      Keragaman agama
Fungsi dan peran keragaman agama dalam pembangunan nasional adalah sebagai berikut :
Ø  Agama sebagaipenyelamat
Contoh : Islam memiliki kitab suci Al –Qur’an dan umat nasrani memiliki kitab Injil dan Al Kitab. Kitab suci ini sebagai pedoman hidup kita agar lebih baik dan berjalan di jalan yang benar. Semua agama memiliki kitab suci, dan yang tidak memiliki kitab suci di anggap sebagai aliran kepercayaan seperti konghuchu dan kejawen. Semua agama dan kepercayaan memiliki panduan hidup agar selamat didunia dan di akhirat.
Ø  Agama sebagaisarana pendidikan
Pendidikan sangat berpengaruh dalam agama, sebagai contoh :jika kita tidak mengetahui larangan, sunah – sunah dan anjuran dalam sholat, serta bacaan – bacaan sholat, sholat kita di anggap tidak sah. Karena itu pendidikan juga diperlukan dalam pelaksanaan ibadah kita, agar ibidah kita dapat di terima dan dilaksanakan dengan baik sesuai dengan aturan - aturannya.
Ø  Kontrolmasyarakatdalamberperilaku
Contoh: setiap agama melarang umatnya untuk mencuri, membunuh, dan perbuatan tercelalainnya. Agama Islam juga mengatur bagaimana berpakaian sesuai dengan syariat Islam.
Ø  Agama sebagaispiritpembangunan
Contoh:calon-calon pemimpin daerah mempunyai banyak janji dan program kerja untuk memajukan daerahnya, untuk yang beragama Islama dan pengambilan sumpah dalam Al –Qur’an jika dirinya sudah terpilih menjadi pemimpin daerah. Sumpah tersebut di ambil agar mereka berkomitmen dan bertanggungjawab untuk semua program yang mereka rencanakan.



Tuesday, November 15, 2016

pintu neraka

PINTU NERAKA

Pada dasarnya Neraka itu memiliki tujuh pintu,setiap pintu ada bagian tertentu yang diperuntukkan bagi kaum laki-laki dan wanita .
Rasulullah SAW pernah bertanya kepada Jibril :”Apakah pintu neraka itu seperti pintu rumah kami ?”. Jibril menjawab :”Tidak, pintu neraka terbuka ke bawah. Jarak antara satu pintu dengan pintu yang lain sejauh perjalanan 700 tahun. Setiap pintu neraka panasnya lebih hebat bila dibandingkan dengan pintu yang ada disampingnya,dengan selisih 70 kali lipat.
Beliau bertanya lagi :”siapa yang menempati pintu-pintu neraka tersebut?”Jibril menjawab :”Pintu yang paling bawah ditempati orang munafik,orang kafir,termasuk keluarga Fir’aun. Nama pintunya adalah Hawiyah. Pintu kedua ditempati oleh orang-orang musyrik. Nama pintunya Jahim. Pintu ketiga ditempati orang-orang yang menyembah berhala, nama pintunya Saqar. Pintu ke empat ditempati oleh Iblis dan orang yang mengikutinya, serta orang Majusi. Nama pintunya Ladza. Pintu ke lima didalamnya ditempati oleh orang Yahudi, nama pintunya Huthamah. Pintu keenam ditempati oleh orang-orang Nasrani. Nama pintunya Sa’ir”.kemudian Jibril terdiam, Nabi SAW lantas bertanya :”Wahai Jibril, mengapa kamu tidak menceritakan kepadaku tentang orang yang menempati pintu ketujuh?”.

Jibril berkata :”Apakah engkau bertanya kepadaku tentang orang yang menempati pintu ketujuh?”. Beliau menjawab :”Ya”. Jibril kemudian berkata :”Wahai Muhammad,yang menempati pintu ketujuh adalah umatmu yang melakukan dosa besar yang mati sebelum bertaubat.”

Surga dan kenikmatannya


SURGA DAN KENIKMATANNYA


Allah menciptakan surga luasnya seperti luas langit dan bumi,  dan panjangnya  tak seorangpun yang mengetahui kecuali Allah.
Seluruh surga memiliki 100 derajat. Jarak antara setiap dua derajat kira-kira jauhnya perjalanan 500 tahun. Sungai-sungainya mengalir, buah-buahannya bergantungan. Didalama surga terdapat segala sesuatu yang menurut ke inginan hati, mata juga bias merasakan kenikmatannya.

Didalam surga terdapat istri dari bidadari yang masih suci. Allah menciptakan bidadari dari nur (cahaya). Keindahan dan keelokannya mereka bagaikan permata. Para bidadari itu sangat sopan dan selalu menundukkan pandangannya dari selain suaminya. Mereka tak pernah melihat seorangpun selain suaminya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum penghuni surga  menjadi suaminya.

penerapan pancasila pada masa orde lama periode 1950-1959


MAKALAH PPKN PENERAPAN PANCASILA PADA MASA ORDE LAMA PERIODE 1950-1959

KATA PENGANTAR

Assalamu alaikum wr. wb.

Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat karunia-nya kepada kami, sehingga saya berhasil menyelesaikan makalah ini yang berjudul ‘‘PENERAPAN PANCAASILA PADA MASA ORDE LAMA PERIODE 1950-1959’’. Makalah ini berisikan  tentang sejarah bangsa indonesia, khususnya sejarah indonesia pada masa orde lama, diharapkan makalah ini dapat menambah pengetahuan kita semua, tentang bagaimana sistem pemerintahan dan kehidupan masyarakat pada masa itu. saya menyadari bahwa makalah ini jauh   dari sempura oleh karna itu, kritik dan saran dari guru dan teman-teman yang bersifat membangun, selalu saya harapkan demi lebih baiknya makalah ini.
                           Penyusunan makalah ini didasarkan untuk melaksanakan kewajiban kami sebagai siswa dan memenuhi tuntutan tugas yang  diberikan oleh guru pendidikan kewarganegaraan .
                 Terima kasih kami ucapkan kepada guru PKN yang telah memberikan tugas ini sehingga mempermudah kami dalam memahami tentang        penerapan pacasila di masa lalu.
Akhirkata, semoga makalah ini bermanfaat bagi bagi kita semua dan semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita, Amin.

Slawi,9 Agustus 2016
Tim Penyusun



Kelompok 2






DAFTAR ISI

Cover………………………………………………………………………………..i
Kata pengantar……………………………………………………………………...ii
Daftar isi…………………………………………………………………………...iii

BAB 1……………………………………………………………………………....1
Pendahuluan………………………………………………………………....1
BAB 2………………………………………………………………………………2
          Hasil telaah…………………………………………………………………..2
BAB 3………………………………………………………………………………





























BAB I
PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang
Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia, merupakan Maha karya pendahulu bangsa yang tergali dari jati diri dan nilai-nilai luhur bangsa yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Dengan berbagai kajian ternyata didapat beberapa kandungan dan keterkaitan antara sila tersebut sebagai sebuah satu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan dikarenakan antar sila tersebut saling menjiwai satu dengan yang lain. Ini dengan sendirinya menjadi ciri khas dari semua kegiatan serta aktivitas jatuh bangunnya perjalanan sejarah bangsa yang telah melewati masa-masa sulit dari jaman penjajahan sampai pada saat mengisi kemerdekaan. Ironisnya bahwa ternyata banyak sekarang warga Indonesia sendiri lupa dan sudah asing dengan pancasila itu sendiri. Ini tentu menjadi tanda tanya besar kenapa dan ada apa dengan kita sebagai anak bangsa yang justru besar dan mengalami pasang surut masalah negara ini belum bisa mengoptimalkan tentang pengamalan nilai-nilai Pancasila tersebut. Terlebih lagi saat ini dengan jaman yang disepakati dengan nama Era Reformasi yang terlahir dengan semangat untuk mengembalikan tata negara ini dari penyelewengan-penyelewengan sebelumnya. Arah dan tujuan reformasi yang utama adalah untuk menanggulangi dan menghilangkan dengan cara mengurangi secara bertahap dan terus-menerus krisis yang berkepanjangan di segala bidang kehidupan, serta menata kembali ke arah kondisi yang lebih baik atas system ketatanegaraan Republik Indonesia yang telah hancur, menuju Indonesia baru. Pada masa sekarang arah tujuan reformasi kini tidak jelas untungnya walaupun secara birokratis, rezim orde baru telah tumbang namun, mentalitas orde baru masih nampak disana-sini. Sedangkan pancasila adalah sebagai ideologi bangsa Indonesia yang merupakan hasil dari penggabungan dari nilai- nilai luhur yang berasal dari akar budaya masyarakat Indonesia. Sebagai sebuah ideologi politik, Pancasila bisa bertahan dalam menghadapi perubahan masyarakat, tetapi bisa pula pudar dan ditinggalkan oleh pendukungnya. Hal itu tergantung pada daya tahan ideologi tersebut.
B.   Tujuan Penulisan
            a. Mengetahui kondisi politik indonesian pada masa Orde Lama
            b. Mengetahui sisi gelap pada masa orde lama periode 1950-195

BAB II
HASIL TELAAH

Penerapan Pancasila Pada Masa Orde Lama Periode 1950-1959

Era 1950-1959 atau juga disebut Orde Lama adalah era di mana presiden Soekarno memerintah menggunakan konstitusi UUDS Republik Indonesia 1950. Periode ini berlangsung mulai dari 17 Agustus 1950 sampai 6 Juli 1959.
a.     Latar keterbelakang
Sebelum Republik Indonesia Serikat dinyatakan bubar, pada saat itu terjadi demo besar-besaran menuntut pembuatan suatu Negara Kesatuan. Maka melalui perjanjian antara tiga negara bagian, Negara Republik Indonesia, Negara Indonesia Timur, dan Negara Sumatera Timur dihasilkan perjanjian pembentukan Negara Kesatuan pada tanggal 17 Agustus 1950.
Sejak 17 Agustus 1950, Negara Indonesia diperintah dengan menggunakan Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950 yang menganut sistem kabinet parlementer di Indonesia. Kemudian munculah pergantian Perdana Menteri selama 7 kali dan hal tersebut sangat mempengaruhi perpolitikan di Indonesia.
b.     Konstituante
Konstituante diberikan tugas untuk membuat undang-undang dasar yang baru sesuai amanat UUDS 1950. Namun sampai tahun 1959 badan ini belum juga bisa membuat konstitusi baru. Maka Presiden Soekarno menyampaikan konsepsi tentang Demokrasi Terpimpin pada DPR hasil pemilu yang berisi ide untuk kembali pada UUD 1945. UUDS 1950 ditetapkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1950 tentang Perubahan Konstitusi Sementara Republik Indonesia Serikat menjadi Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia, dalam Sidang Pertama Babak ke-3 Rapat ke-71 DPR RIS tanggal 14 Agustus 1950 di Jakarta. Konstitusi ini dinamakan “sementara”, karena hanya bersifat sementara, menunggu terpilihnya Konstituante hasil pemilihan umum yang akan menyusun konstitusi baru. Pemilihan Umum 1955 berhasil memilih Konstituante secara demokratis, namun Konstituante gagal membentuk konstitusi baru sampai berlarut-larut. Pada tanggal 5 Juli 1959, Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959, yang antara lain berisi kembali berlakunya UUD 1945.
Akhirnya, Soekarno mengeluarkan Dekrit 5 Juli 1959, yang membubarkan Konstituante.
c.      Kabinet-kabinet
Pada masa ini terjadi banyak pergantian kabinet diakibatkan situasi politik yang tidak stabil. Tercatat ada 7 kabinet pada masa ini.
1950-1951 - Kabinet Natsir
Program kerja kabinet Natsir atau masa kerja:
1. Mempersiapkan dan menyelengarakan pemilihan umum untuk memilih   Dewan Konstituante
2. Menyempurnakan susunan pemerintahan dan membentuk kelengkapan negara
3. Menggiatkan usaha mencapai keamanan dan ketentraman
4. Meningkatkan kesejahteraan rakyat
5. Menyempurnakan organisasi angkatan perang
6. Memperjuangkan penyelesaian soal Irian Barat
Akan tetapi, belum sampai program tersebut terlaksana, kabinet ini sudah jatuh pada 21 Maret 1951 dalam usia 6,5 bulan. Jatuhnya kabinet ini karena kebijakan Natsir dalam rangka pembentukan DPRD dinilai oleh golongan oposisi terlalu banyak menguntungkan Masyumi.



1951-1952 - Kabinet Sukiman-Suwirjo
Program kerja kabinet Sukiman :
1. Menjalankan berbagai tindakan tegas sebagai negara hukum untuk menjamin keamanan dan ketentraman serta menyempurnakan organisasi alat-alat kekuasaan negara
2. Membuat dan melakukan rencana kemakmuran nasional dalam jangka pendek untuk mempertinggi kehidupan sosial ekonomi rakyat dan mempercepat usaha penempatan bekas pejuang dalam pembangunan
3. Menyelesaikan persiapan pemilihan umum untuk membentuk Dewan Konstituante dan menyelengarakan pemilu itu dalam waktu singkat serta mempercepat terlaksananya otonomi daerah
4. Menyiapkan undang-undang pengakuan serikat buruh, perjanjian kerja sama, penetapan upah minimum, dan penyelesaian pertikaian buruh
5. Menjalankan politik luar negeri bebas aktif
6. Memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah RI secepatnya
Kabinet Sukiman tidak mampu bertahan lama dan jatuh pada bulan Februari 1952. Penyebab jatuhnya kabinet ini adalah karena diserang oleh kelompok sendiri akibat kebijakan politik luar negeri yang dinilai terlalu condong ke Barat atau pro-Amerika Serikat. Pada saat itu, kabinet Sukiman telah menendatangani persetujuan bantuan ekonomi, teknologi, dan persenjataan dengan Amerika Serikat. Dan persetujuan ini ditafsirkan sebagai masuknya Indonesia ke Blok Barat sehingga bertentangan dengan program kabinet tentang politik luar negeri bebas aktif.
1952-1953 - Kabinet Wilopo
Program kerja kabinet Wilopo :
1. Mempersiapkan pemilihan umum
2. Berusaha mengembalikan Irian Barat ke dalam pangkuan RI
3. Meningkatkan keamanan dan kesejahteraan
4. Memperbarui bidang pendidikan dan pengajaran
5. Melaksanakan politik luar negeri bebas aktif
Kabinet Wilopo banyak mengalami kesulitan dalam mengatasi timbulnya gerakan-gerakan kedaerahan dan benih-benih perpecahan yang akan menggangu stabilitas politik Indonesia. Ketika kabinet Wilopo berusaha menyelesaikan sengketa tanah perusahaan asing di Sumatera Utara, kebijakan itu ditentang oleh wakil-wakil partai oposisi di DPR sehingga menyebabkan kabinetnya jatuh pada 2 Juni 1953 dalam usia 14 bulan.
1953-1955 - Kabinet Ali Sastroamidjojo I
Program kerja Kabinet Ali-Wongsonegoro :
1. Menumpas pemberontakan DI/TII di berbagai daerah
2. Melaksanakan pemilihan umum
3. Memperjuangkan kembalinya Irian Barat kepada RI
4. Menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika
Pada masa kabinet Ali-Wongsonegoro, gangguan keamanan makin meningkat, antara lain munculnya pemberontakan DI/TII di Jawa Barat, Daud Beureuh Aceh, dan Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan. Meskipun dihinggapi berbagai kesulitan, kabinet Ali-Wongsonegoro berhasil menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika. Oleh karena itu, kabinet Ali-Wongsonegoro ikut terangkat namanya. Kabinet Ali-Wongsonegoro akhirnya jatuh pada bulan Juli 1955 dalam usia 2 tahun (usia terpanjang). Penyebab jatuhnya kabinet Ali-Wongsonegoro adalah perselisihan pendapat anatara TNI-AD dan pemerintah tentang tata cara pengangkatan Kepala Staf TNI-AD
1955-1956 - Kabinet Burhanuddin Harahap
Program kerja Kabinet Burhanuddin :
1. Mengembalikan kewibawaan moral pemerintah, dalam hal ini kepercayaan Angkatan Darat dan masyarakat
2. Akan dilaksanakan pemilihan umum, desentralisasi, memecahkan masalah inflasi, dan pemberantasan korupsi
3. Perjuangan mengembalikan Irian Barat
Pada masa Kabinet Burhanuddin Harahap, dilaksanakan pemilihan umum pertama di Indonesia. Kabinet ini menyerahkan mandatnya setelah DPR hasil pemilihan umum terbentuk pada bulan Maret 1956.
1956-1957 - Kabinet Ali Sastroamidjojo II
Program kerja Kabinet Ali II :
1. Menyelesaikan pembatasan hasil KMB
2. Menyelesaikan masalah Irian Barat
3. Pembentukan provinsi Irian Barat
4. Menjalankan politik luar negeri bebas aktif
Kabinet Ali II ini pun tidak berumur lebih dari satu tahun dan akhirnya digantikan oleh kabinet Juanda.
1957-1959 - Kabinet Djuanda
Program kerja Kabinet Karya disebut Pancakarya yang meliputi :
1. Membentuk Dewan Nasional
2. Normalisasi keadaan RI
3. Melanjutkan pembatalan KMB
4. Memperjuangkan Irian Barat kembali ke RI
5. Mempercepat pembangunan
d.     Dekrit Presiden 5 Juli 1959
Dekrit Presiden 5 Juli 1959 ialah dekrit yang mengakhiri masa parlementer dan digunakan kembalinya UUD 1945. Masa sesudah ini lazim disebut masa Demokrasi Terpimpin


Isinya ialah:
1. Kembali berlakunya UUD 1945 dan tidak berlakunya lagi UUDS 1950
2. Pembubaran Konstituante
3. Pembentukan MPRS dan DPAS

















BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Kesimpulan yang ditarik dari penerapan Pancasila selama periode ini adalah Pancasila diarahkan sebagai ideologi liberal yang ternyata tidak menjamin stabilitas pemerintahan.oleh karena itu pada tahun 1959 presiden mengeluarkan dekrit untuk membubarkan konstituante , Undang-Undang Dasar Sementara Tahun 1950 tidak berlaku, dan kembali kepada Undang-Undang Dasar Tahun 1945.