Saturday, November 12, 2016

contoh teks tanggapan kritis

Nama Anggota Kelompok 1 :
1)      Anggriyani Widya Pramuni                (04)
2)      Eka Sekar Maulida                              (09)
3)      Febryan Valentino Ongkowidjojo      (11)
4)      Istiqomah Nurul Azizah                      (13)
5)      Mochammad Zidqi Daffa                   (15)
Kelas   : IX.2SMP NEGERI 1 SLAWI
Tugas Kelompok Menyusun Teks Tanggapan Kritis.
Pemberian Gelar Pahlawan Nasional pada
Bapak Pembangunan Indonesia

No.
Struktur Teks
Teks
1.















Evaluasi















Akhir-akhir ini, publik Indonesia disuguhi wacana pengangkatan Presiden Kedua Indonesia, Soeharto, sebagai pahlawan nasional. Dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang digelar beberapa waktu lalu, Partai Golkar merekomendasikan agar pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto. Namun, pada Oktober 2016 kemarin, Hartono, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Sosial, memberikan pernyataan bahwa pada pemberian gelar pahlawan tahun ini, nama Soeharto tidak ada dalam daftar nama yang diusulkan untuk mendapat gelar tersebut. Gelar pahlawan akan ditentukan oleh Presiden dengan dibantu oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan yang saat ini diketuai oleh Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu.   Hingga kini nama Soeharto masih dalam pengendapan mengingat banyaknya pro dan kontra yang terjadi di masyarakat.
2.






























Deskripsi teks





























Pihak yang mendukung bahwa Presiden Soeharto, yang dijuluki sebagai Bapak Pembangunan Indonesia, pantas mendapatkan gelar pahlawan nasional karena jasanya terhadap pembangunan bangsa. Mereka menganggap bahwa Presiden Soeharto, presiden yang menjabat selama 32 tahun itu, setidak-tidaknya telah berhasil meletakkan landasan perekonomian dan  pembangunan yang merata di seluruh pelosok negeri salah satunya adalah stabilitas perekonomian Indonesia karena rendahnya kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang berdampak pada murahnya berbagai macam kebutuhan di Indonesia mulai dari kebutuhan pangan,kebutuhan pendidikan,dan masih banyak lagi.
 Presiden Soeharto juga berhasil menjadikan Indonesia sebagai negara yang dijuluki Macan Asia. Pada zaman Soeharto pula Indonesia berhasil melakukan swasembada beras dan  menjadi penghasil beras terbesar di dunia sehingga badan pangan dunia (FAO) mengundang presiden Soeharto ke Rhoma Italia untuk memberikan pidatonya terkait keberhasilannya melakukan swasembada pangan. FAO juga memberikan  penghargaan  kepada Indonesia dan Presiden Soeharto. Selain itu, pada zaman Soeharto pula martabat Indonesia di mata dunia terangkat karena prestasi-prestasi yang dicapai Indonesia pada masa itu.
Sebenarnya semua Presiden Republik Indonesia pasti memiliki jasa terhadap bangsa ini, meskipun masa kepemimpinannya diwarnai dengan berbagai kontroversi.
Sedangkan pihak-pihak yang tidak menyetujui bahwa Presiden Soeharto tidak layak untuk diberikan gelar pahlawan nasional karena pelanggaran HAM berat yang telah dilakukannya selama masa orde baru. Tercatat ada sedikitnya lima belas kasus pelanggaran HAM berat yang dilakukan selama rezim Soeharto dengan total korban mencapai lebih dari 1.500.000 jiwa. Menjadikan Presiden Soeharto sebagai pahlwan nasional jelas akan sangat melukai perasaan para korban. Selain itu, menjadikan Presiden Soeharto sebagai pahlawan nasional menunjukkan masih adanya perlindungan terhadap pelaku pelanggaran HAM di masa lalu. Dengan demikian, menjadikan Soeharto sebagai pahlawan nasional justru menjadi suatu langkah mundur bagi pemerintah dalam upaya menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di masa lalu.
Selain dianggap telah melakukan pelanggaran HAM berat, Soeharto juga dianggap telah membuat Indonesia yang pada mulanya dengan garang menyuarakan netralitas dalam perang dingin, menjadi negara yang tunduk pada kekuasaan Amerika Serikat. Amerika Serikat yang pada masa itu sangat membenci Soekarno karena dianggap telah menghalangi jalannya untuk menguasai dunia, memanfaatkan Soeharto agar bisa menguasai Indonesia dengan lebih mudah. Angkatan Darat yang merupakan mitra utama AS, telah menjadikan peristiwa 1 Oktober 1965 sebagai dalih yang tepat untuk menggulingkan Soekarno. Pimpinan PKI beserta ormas-ormasnya telah dibersihkan. Pembunuhan massal itu menjadi pondasi bagi berdirinya rezim orde baru yang disponsori oleh AS.

3.








Penegasan ulang








Dengan demikian, pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden Kedua RI ini memang perlu dipertimbangkan. Diangkat atau tidaknya Soeharto sebagai pahlawan nasional, tergantung bagaimana kita menerimanya. Selain melihat sisi negatifnya, kita juga harus mempertimbangkan jasa-jasa Soeharto pada bangsa Indonesia, terutama jasanya pada pembangunan Indonesia.
 Diolah dari berbagai sumber :http://news.okezone.com/read/2016/05/30/337/1401322/pemerintah-bahas-rencana-pemberian-gelar-pahlawan-untuk-soehartohttp://news.okezone.com/read/2016/05/27/337/1399832/soeharto-layak-jadi-pahlawan-nasionalhttp://indoprogress.com/2016/05/mengapa-soeharto-tidak-pantas-menjadi-pahlawan-nasional/http://nasional.kompas.com/read/2016/10/27/17463941/kemensos.nama.soeharto.tidak.ada.dalam.daftar.usulan.pahlawan.nasional    

No comments:

Post a Comment